Jumat, 22 Januari 2010

kewirausahaan

Kewirausahaan : inspirasi kewirausahaan, kewirausahaan dari sisi definisi kemunculan dan ide

Kewirausahaan dalam konteks lingkungan dan sumber pertumbuhan tidak saja lahir dari masyarakat ekonomi menengah, bahkan dalam perusahaan yang besar pun, kewirausahaan tetap dipacu untuk tumbuh. Perusahaan ditengah badai krisis saat ini pun tidak melupakan unsur-unsur kewirausahaan sebagai bentuk pemacu peningkatan layanan dan produktifitas.
Beberapa hal yang mendorong dalam kewirausahaan antara lain:

Kewirausahaan Korporat

Perusahaan baik skala besar maupun yang kecil tentu ingin mengembangakan bentuk layanan dan jasanya, untuk mendorong hal tersebut maka perlu inovasi dalam mewujudkan hal tersebut. Berawal dari situlah perusahaan besar atau kecil menerapkan unsur-unsur kewirausahaan dibeberapa pelaku divisinya untuk lebih mendekatkan kepada suara, kebutuhan, permintaan konsumen. Dalam hal ini kewirausahaan ini memiliki arti kemampuan perusahaan untuk mengembangkan barang atau jasa baru dan mengelola proses inovasi

Penemuan

Beberapa waktu lalu ditemukan beberapa perangkat dalam pengolahan hasil pertanian, mulai dari penggiling gabah pake mesin, kompor berbasis kompos. Penemuan ini merupakan unsur kewirausahaan dalam arti menciptakan produk yang bisa dikomersialkan dari hasil penemuan.

Inovasi

Di Yogyakarta dan di Bali pernah terdapat industri kaos yang unik yaitu Dagadu dan Jogger. Jogger lebih dahulu lahir, dengan konsep-konsep uniknya yang lucu, konyol dan gokil. Namun inovasi dalam hal ini bukan pada unsur proses produksinya tetapi lebih kepada value dari kaos, yang sekedar pelindung tubuh dan fashion menjadi hiburan dan humor. Jogger dengan permainan kata-kata umum, kalau Dagadu menumbuhkan kata-kata yang empirikal , tradisional dan Jawani (unsur budaya jawa). Kewirausahaan dari inovasi kaos menjadi bernilai seperti Dagadu dan Jogger adalah perwujudan dari nilai kewirausahaan dalam arti menciptakan atau mengembangkan produk atau proses ide baru.

Meniru/Imitasi
Negara Korea terkenal dengan meniru produk jepang pada awalnya baik oleh industri kecil atau industri tangan di korea, namun sekarang inovasi telah tumbuh dari konsep meniru untuk menghasilkan yang lebih baik dan berbeda. Begitu juga industri logam di Kota Tegal dan Klaten yang meniru produk logam plastic dll tumbuh dengan pesat. Di Klaten bahkan industri rumahan mampu meniru produk aluminium dari luar, misa untuk kepentingan otomotif, alat rumah tangga dan pabrik, bahkan saya pernah mengantar teman untuk memesan tiruan alat pelindung aluminium lampu buatan Taiwan yang sudah tidak diproduksi lagi, dan berhasil ditiru dengan baik bahkan namun harga lebih murah 80%, bedanya hanya satu tanpa merek, untuk tidak melanggar hak cipta. Atau mungkin pernah melihat kerajinan tangan Gerabah di Kasongan? Sekarang sudah ditiru dan diproduksi di daerah Jawa barat. Kewirausahaan peniruan ini, kewirausahaan dalam arti Adopsi penemuan oleh sejumlah perusahaan sejenis

Ipan Pranashakti KIP

Follow ipan999 on Twitter


Add to Technorati Favorites

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar